Menerjemahkan Puisi

Rp103.500

Penulis : Sugeng Hariyanto

ISBN : 978-623-8452-43-9

Jumlah Halaman : xiv; 124 hlm.

Ukuran : 15.5 x 23 cm

Katalog : Bahasa & Budaya

Tahun Terbit : 2023

Pesan : Whatsapp

Stok 5

Deskripsi

Puisi selalu bergerak. Ia berpindah dari perasaan ke kata, dari kata ke bunyi, lalu dari satu bahasa ke bahasa lain. Menerjemahkan Puisi berbicara tentang gerak itu, tentang dinamika yang terjadi ketika sebuah puisi dihadapkan pada upaya pemahaman lintas bahasa dan lintas budaya. Buku ini membuka pembahasan dengan melihat penerjemahan puisi sebagai proses hidup, bukan sekadar pemindahan makna, melainkan perjumpaan antara bahasa, penyair, penerjemah, dan pembaca.

Di dalamnya, pembaca diajak memahami mengapa puisi diterjemahkan, apa yang dicari dari proses tersebut, serta syarat-syarat tak tertulis yang kerap menyertainya. Penerjemahan puisi dipandang sebagai kegiatan yang memiliki manfaat kultural dan kemanusiaan, memperluas jangkauan suara penyair sekaligus memperkaya pengalaman membaca pembaca di bahasa lain.

Buku ini juga menelusuri pemikiran tentang apa itu penerjemahan puisi melalui pandangan tokoh-tokoh yang berpengaruh, tanpa menjadikannya wacana berat. Gagasan-gagasan tersebut hadir sebagai cara pandang, bukan aturan, yang membantu pembaca memahami betapa beragamnya cara melihat hubungan antara bahasa sumber dan bahasa sasaran. Dari sana, penerjemahan puisi tampak sebagai ruang dialog, bukan arena benar dan salah.

Pendekatan dan metode penerjemahan dibahas sebagai pilihan-pilihan kreatif yang selalu memiliki konsekuensi. Buku ini memperlihatkan bagaimana fungsi bahasa, pendekatan umum dalam penerjemahan, hingga cara-cara khusus menerjemahkan puisi saling bertaut dengan selera estetik, kepekaan bunyi, dan intuisi makna. Tidak ada satu jalan yang dianggap paling sah, karena setiap puisi menuntut caranya sendiri untuk dipahami dan dihidupkan kembali.

Tantangan penerjemahan puisi dihadirkan secara jujur dan utuh. Masalah linguistik, persoalan sastra dan estetika, hingga perbedaan sosial dan budaya muncul sebagai bagian tak terpisahkan dari proses penerjemahan. Di sinilah buku ini menunjukkan bahwa kegagalan, keraguan, dan kompromi justru sering melahirkan terjemahan yang paling manusiawi.

Pada bagian akhir, buku ini memperlihatkan model proses penerjemahan puisi dan merumuskannya sebagai perjalanan berpikir, merasakan, dan memutuskan. Bahkan bagi pembaca yang bukan penyair, disajikan langkah-langkah menerjemahkan puisi sebagai pengalaman memahami teks secara lebih dalam, bukan sebagai latihan teknis, melainkan sebagai cara mendekatkan diri pada puisi itu sendiri.

Menerjemahkan Puisi ditujukan bagi siapa pun yang mencintai bahasa dan sastra, yang pernah bertanya bagaimana sebuah puisi dapat tetap bernyawa ketika berpindah bahasa. Buku ini tidak menggurui, tidak mengikat pembaca pada rumus, dan tidak menutup kemungkinan tafsir. Ia hadir sebagai ruang baca yang reflektif, mengajak pembaca menyelami puisi dari sisi yang jarang dibicarakan, dengan tenang, jujur, dan penuh rasa.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Menerjemahkan Puisi”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *